ISBN dan Perpusnas RI - 21 April 2009 - Kolom - .: BAHASA SISWA :.
DEPAN | SUREL | MASUK | DAFTAR | RSS Sunday, 20-05-12, 11:20 PM

mari belajar

bahasa & sastra





  • Depan
  • Daftar Isi
  • Berita Redaksi
  • Kolom Bahasa
  • Kolom Sastra
  • Cerpen
  • Puisi
  • Resensi Buku
  • PTK
  • Unduh
  • >>Self Publishing
  • >>Pendidikan
  • >>Glosarium Daring
  • >>KBBI Daring
  • Kontak Redaksi
  • Forum Diskusi
  • Foto-foto
  • Surel
  • Buku Tamu
  • Kirim Tulisan


    Total online: 1
    Guests: 1
    Users: 0

  • Kolom

    Main » 2009 » April » 21 » ISBN dan Perpusnas RI
    1:17 PM
    ISBN dan Perpusnas RI

    Oleh Sabjan Badio

     

    ISBN adalah singkatan International Standard Book Number. Sesuai namanya, ISBN berlaku internasional, dengan kata lain, (seharusnya) tidak akan ada nomor yang sama di seluruh dunia. Berbeda dengan judul, sangat mungkin ada (bahkan banyak) judul yang sama (apalagi judul buku pelajaran). Mungkin, peran strategis ISBN bisa disamakan dengan sidik jari dan DNA pada manusia.

     

    Pada era digital, peran ISBN menjadi semakin penting. Bayangkan, saat kita memesan buku secara online, akan banyak kemungkinan salah order disebabkan kesamaan judul buku. Semua kesalahan tentu akan terbeban pada kita karena kitalah yang memasukkan aplikasi. Jika buku tersebut ber-ISBN dan kita mengetahui ISBN-nya, tentu menjadi gampang. Misalnya, kita ingin mencari buku Menguasai Adobe InDesign CS2 yang diterbitkan Penerbit Andi, kita tinggal memesan buku Menguasai Adobe InDesign CS2 dengan ISBN 979-763-392-6.

     

    Keuntungan lain adanya ISBN adalah sebagai sarana promosi buku. Informasi ISBN ini disebarluaskan oleh badan nasional yang berada di Jakarta dan badan internasional yang berlokasi di Berlin. Badan Nasional ISBN tersebut adalah Perpusnas RI yang bertugas membuat ISBN dan menyebarkannya melalui berbagai terbitan, Bibliografi Nasional Indonesia (BNI), direktori, dan Majalah Berita ISBN.

     

    Mendapatkan ISBN

     

    Untuk mendapatkan nomor ISBN, kita tinggal menghubungi Perpustakaan Nasional di Jakarta (Pusat ISBN di Jerman mempercayakan pembuatan ISBN di Indonesia pada Perpusnas). Sebelum mengajukan permintaan ISBN, kita harus mengisi pernyataan bersedia ikut dalam sistem ISBN dan KDT (Katalog Dalam Terbitan). Setelah diisi, surat pernyatan tersebut di-fax ke 021-3927919. Selanjutnya, kita tinggal mengajukan permintaan ISBN melalui fax dengan melampirkan cover buku, halaman copyright, dan kata pengantar.

     

    Sementara, surat pengantar permintaan ISBN memuat judul buku, pengarang/penulis, tahun terbit, jumlah halaman, dan jenjang (khsusus buku pelajaran).

     

    Sebenarnya ada beberapa cara untuk menghubungi Perpusnas, namun lembaga ini hanya menerima interaksi melalui telepon dan fax. Ketika saya menghubungi melalui e-mail, petugas meminta dihubungi melalui telpon (021-68293700). Selain tidak bisa dihubungi melalui email, ada beberapa masalah lain dalam pengurusan ISBN.

    1. Lamanya waktu pengurusan, bahkan ada yang harus menunggu berminggu-minggu. Namun, hal tersebut tidak berlaku sama. Bagi penerbit yang punya hubungan khusus (mengenal salah satu petugas), pengurusannya akan lebih cepat.
    2. Biaya yang dipungut adalah Rp 25.000 per nomor (dan dikirim ke nomor rekening pribadi). Biaya ini sebenarnya terlalu mahal. Coba bayangkan berapa yang didapatkan Perpusnas dari pengurusan ribuan nomor ISBN? Padahal, lembaga tersebut berserta karyawannya telah dibiayai oleh negara. Malaysia aja bisa menggratiskan biaya pengurusan ISBN, mengapa kita tidak?
    3. Sebenarnya penerbit dapat membuat sendiri ISBN setelah mendapatkan Nomor ISBN Prefix Penerbit dari Perpusnas (group identity & publisher identity). Namun, setelah Nomor ISBN Prefix Penerbit tersebut habis digunakan (01-99 untuk yang title identity-nya 2 angka, 001-999 untuk penerbit yang title identity-nya 3 angka), penerbit harus meminta Nomor ISBN Prefix Penerbit yang baru. Saat itulah Perpusnas menagih biaya nomor ISBN yang kita buat sendiri, jika tidak dibayar, nomor yang kita buat sendiri tersebut akan disandera.


    Ketiga hal tersebut adalah poin-poin yang sering dipertanyakan dan dipermasalahkan oleh pengurus IKAPI. Rupanya Perpusnas tidak menyadari bahwa keberadaan ISBN bukan hanya untuk kepentingan penerbit melainkan juga untuk kepentingan Perpusnas sendiri. Sebab, dengan adanya ISBN Perpusnas akan mudah melacak terbitan-terbitan di Indonesia.

     

    Mungkin sudah waktunya dana studi banding anggota DPR dialihkan ke Perpusnas agar instansi tersebut bisa belajar dari Malaysia, bagaimana negara tersebut membebaskan biaya pengurusan ISBN untuk warga negaranya.


    Catatan:

    • Cara Mengurus ISBN:
      1. Siapkan formulir pendaftaran, file-nya saya lampirkan.
      2. Siapkan formulir pengajuan ISBN, file-nya juga saya lampirkan.
      3. Siapkan fotokopi atau print-out (1) halaman judul, (2) balik
      halaman judul (lebih dikenal dengan halaman copyright atau halaman hak
      cipta, apat diketahui pengarang dan penerbit buku yang bersangkutan),
      (3) daftar isi, (4) kata pengantar (lebih tepatnya prakata), dan (5)
      bukti transfer biaya administrasi (pengiriman dengan fax, alamat
      transfer BNI 005342836 a.n. (bpk) DADY PK DRS QQ TIM ISBN KDT) untuk
      setiap buku yang akan diterbitkan. Jika datang langsung, tidak perlu
      transfer.
      4. Semua berkas tersebut dikirimkan ke fax (021) 3927919 atau
      diantar langsung. Jika di antar langsung, bisa jadi hari itu juga.
      Untuk pengiriman melalui fax, maksimal satu minggu.

      Telepon: (021) 68293700
      Fax: (021) 3927919
      Pos: Tim ISBN/KDT Perpustakaan Nasional RI
             u.p. Ir. Hidayat Edi Pramono, M.Si
             Jl. Salemba Raya 28 A/Kotak Pos 3624
             Jakarta 10002

      Layanan yang disediakan dan Biaya Administrasi:
      ISBN, KDT, dan Barcode (ISBN sekarang gratis!)

      ini filenya:
      http://bahasasiswa.do.am/DOWNLOAD/PermohonanISBN.doc
      http://bahasasiswa.do.am/DOWNLOAD/PERNYATAANBERGABUNGISBN.doc
    • Mulai Januari 2007, standar ISBN sudah berubah dari 10 digit (ISBN 10) menjadi 13 digit (ISBN 13), contoh 978-979-1275-06-4.
    • Semua materi tentang self puslishing ini dapat anda temukan di http://bahasasiswa.do.am/blog/1-0-14. Anda juga dapat berdiskusi tentang self publishing di http://bahasasiswa.do.am/forum/21.
    Category: Self Publishing | Views: 2057 | Added by: sabjan | Rating: 5.0/14

    Total comments: 7
    0  
    6 eka srirahayu ariestiningsih   (16-12-11 5:26 PM)
    saya ingin menanyakan, anak saya telah menulis serial komik, sudah mendapat persetujuan dari percetakan untuk dicetak, apakah untuk mengedarkan ke pasar harus ada ISBN nya dulu, mohon informasi. terimakasih

    0  
    7 sabjan   (18-12-11 10:59 AM)
    Tidak harus. Tp, beberapa toko dan distributor mengharuskannya. Jd. kl tidak punya ISBN, menjualnya tidak bebas.

    0  
    5 Pradiastuti Purwitorosari   (18-07-11 7:53 AM)
    Saya bermaksud untuk memohon ISBN kembali, tempo lalu saya meminta untuk 50 ISBN kalau tidak salah bulan Pebruari 2009. Nah, apakah memang benar-benar gratis untuk permohonan ISBN. Mengapa tidak disosialisasikan di penerbitan buku ya?

    0  
    4 sarastiono   (06-02-11 4:30 PM)
    Ok punya....untuk tahun 2011 ini kirim tranfernya masih sama?barangkali udah ganti..
    Answer: sekarang gratis

    0  
    3 hutwan syarifuddin   (13-10-10 5:46 AM)
    Trima kasih atas info mengenai ISBN. Saya telah mencoba menulis buku dan kepingin mendapatkan ISBN. Tetapi permasalahannya saya belum mengerti cara pengurusan ISBN tersebut. Apakah ada alamat email khusus yang bisa saya hubungi untuk mempermudah dalam pengurusan ISBN. Mohon informasinya.

    salam
    hutwan

    Answer: silakan ikuti cara yang telah saya tuliskan pada catatan. untuk pengurusan melalui e-mail, setahu saya sampai sekarang belum bisa. saya pernah mencobanya: tetap diminta menggunakan fax

    0  
    2 Sabjan Badio   (26-08-09 12:58 PM)
    @ yebees, sama2

    0  
    1 yebees   (03-06-09 12:13 PM)
    Terima kasih. Informasi Anda membukakan mata saya tentang seluk-beluk ISBN di Indonesia. Memang sudah saatnya pengurusan ISBN dipermudah. Sebenarnya saya juga memiliki buku (pelajaran)yang ingin saya terbitkan, namun tertunda karena ada kebijaksanaan dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya bahwa siswa di sekolah negeri tidak diperkenankan membeli buku, kecuali buku elektronik (BSE).

    Salam,
    yusbuset

    Answer: ikutkan ke penilaian BSNP aja. setelah lulus, biasanya ditawar, antara 75-100 juta.

    Name *:
    Email:
    Code *:

    Create a website for free
    Berlangganan Bahasa Siswa? Masukkan E-Mail Anda!
    © 2009-2012 by Bahasa Siswa, Media Aksara, & a.b.a.s.r.i.n